Monday, April 12, 2010

Ilham

putra pertamaku, nama lengkapnya muhammad ilham maulana. lahir di rs pondok indah-jakarta pada tanggal 22.06.1999. bertepatan dengan hari jadi kota jakarta dan hari lahir pancasila. proses kelahiranmu sangat berat sampai-sampai harus dibantu dengan vacuum berat, yang mengakibatkan pada saat lahir kepalamu benjol seperti orang memakai topi koki. begitulah keadaanmu seperti yang diceritakan eyang. bapak tidak tega mendengarkan cerita eyang menggambarkan keadaan itu.
malam sebelum kamu dilahirkan bapak dalam perjalanan kembali ke surabaya untuk bekerja di sana. padahal ibu mengalami pecah ketuban sekembali dari mengantarkan bapak ke stasiun kereta api gambir. selama dalam perjalanan bapak tidak bisa dihubungi karena maklumlah sepanjang jalur kereta api lintas utara tidak ada sinyal xl. tidak ada berita tidak ada firasat apapun selama perjalanan. namun baru saja bapak meletakkan badan di rumah surabaya, bapak mendapatkan kabar dari eyang bahwa ibu sudah masuk rumah sakit. buru-buru bapak kembali ke jakarta, tanpa pikir panjang bapak langsung ke bandara supaya bisa cepat sampai jakarta lagi. sampai di sana bapak tidak langsung dapat tiket, tiket sudah fully booked. bapak masuk dalam daftar antrian waiting list. alhamdulillah tidak lama kemudian bapak pun dapat tiket ke jakarta dan alhamdulillah sampai juga ke jakarta. tidak lama setelah itu eyang telepon lagi dan mengbarkan bahwa kamu sudah lahir dalam keadaan sehat. bapak langsung menuju rumah sakit dengan menumpang taksi.
umurmu sudah 10 tahun lebih, sudah kelas 5 madrasah. bapak senang sekali kamu sekolah di sana, ilmumu tentang agama jauh lebih baik daripada bapak. banyak pertanyaan mengenai agama yang bapak tanyakan ke kamu dan kamu mampu menjawabnya dengan lugas dan tegas. bapak bangga terhadap kamu. masih kecil sudah beramal jariyah, ilmu yang bermanfaat. bapak mendoakan agar kamu selalu diberikan kecerahan hati dan pikiran oleh Allah SWT, amin ya robbal alamin.
sekarang ini kamu punya hobi game on-line, kalau kamu sedang on-line sampai-sampai kamu lupa untuk makan dan istirahat. bapak cuma berpesan agar kamu bisa mengatur waktu dan menjaga kesehatan. jangan lupa belajar, sebentar lagi ujian semester dan tahun depan ujian nasional. belajar ya, mas!

No comments:

Post a Comment